Menerima Perubahan, bikin Transisi


Perubahan dan transisi...

Siapa dan apa, adakah sesuatu yang bisa luput dari proses ini? Bagi individu manusia, flora, dan fauna, tentu setiap fase pertumbuhan adalah perubahan demi perubahan. Yang mana perubahan individu per individu akan terakumulasi dalam perubahan skala lingkungan, dan perubahan skala lingkungan akan merubah skala lainnya yang lebih besar dan massif. Hingga cakupan perubahan lain seperti perubahan norma, nilai, hingga hukum, tata negara, dan tata dunia.

So, turun lagi ke skala individu... dari bayi ke balita, dari balita ke kanak-kanak, dari kanak-kanan ke remaja, dewasa muda, dewasa, tua, dan menyambut akhir hayat, lalu perjalanan jiwa selanjutnya, semua adalah serangkaian skala besar perubahan manusia secara individu.

Perubahan bisa dengan kondisi menyenangkan dan mulus (*yang tentu ini paling diharapkan semua orang) ada juga perubahan dengan kondisi menyakitkan dan berantakan, terjal, terseok - seok, (*ini yang paling tidak di harapkan semua orang, tapi paling sering terjadi). Kenapa bisa begitu, itu sudah hukum sebat akibat, udah bagian dari karma dan dharma budhi, bagian dari "pahala" dan "dosa", bagian dari ngundhuh wohing pakarti, and yes you name it! dari skala agama, hingga wisdom adat pun ada dong sebutan untuk hal ini yang tidak usah diurai ya, bahasan ini hanya menyisir perihal perubahannya saja.

Kenapa perubahan begitu penting di bahas? karena banyak dari kita, sesama manusia, sering merasa hilang arah, ya hilang arah dalam artian semacam akan tergulung dalam ombak pikiran pertanyaan yang tiada henti seperti, apakah yang kulakukan ini benar atau sesuai dengan ini, itu? Apakah langkah ini benar? Hal apa yang harus kulakukan untuk mengatasi ini semua. Ok fine, "berpeganglah" atau "lepaskanlah".

Buat kamu yang sreg dengan "berpegang teguh" maka lakukanlah. tidak ada yang salah, ini semua hanya transisi, dan kalau hamu tidak juga menemukan maksa dari ini semua maka "lepaskanlah". Konteks ini bisa untuk apa saja ya guise... jadi jangan batasi setiap makna baik yang termaktub dalam semua kejadian. Itulah yang biasanya lantas disebut "Hikmah". Makna, arti dari kejadian demi kejadia... dan kalau kamu paham dengan ini, maka, selamat, kamu sudah naik kelas (*kesadaran diri)  :)


... (bersambung)

Komentar